Mar 30, 2011

Pengubat Hati

"Assalamualaikum Cikgu .........!" cara menyampai salam dan salam yang menyapa di telinga ku masih sama. Persis tiada bezanya seperti zaman ku di Sekolah Rendah dulu. Kini daku kembali ke alam sekolah rendah, bukan sebagai seorang murid tetapi sebagai seorang guru, guru pelatih yang bakal menjadi guru dalam masa dua tahun ini. InsyaAllah. 
Pertama kali melangkahkan kaki ke SK Kampong Pasir Puteh, Ipoh. Sememangnya langkahku ketar, tidak dapat ku tafsirkan perasaanku semasa menuju ke pejabat dan senyuman yang saling berbalas-balas dengan warga SK Kampong Pasir Puteh bagaikan kelat di bibirku, perasaan takut yang melingkar di jiwa. 
Alhamdulillah kini, telah semingg dan masuk minggu kedua daku di SK Kampong Pasir Puteh. Memang sebuah pengalaman yang berharga.5 Al-Biruni memang permata hatiku, disebalik pelbagai wajah yang ku lihat, terpendam dan tersimpan seribu persoalan dan keinginan. Setiap seorang latar belakang anak didik ku ku selidik. Allah!!sedih menyelinap di dalam hati..kebanyakan mereka lahir dari golongan yang susah dan mempunyai masalah keluarga. Ku panjatkan kesyukuran pada Illahi kerana melahirkan ku dalam keluarga yang aman dan damai. Walaupun tidaklah berada dan kaya namun daku bersyukur dengan nikmat bahagia yang Engkau berikan kepada keluargaku. 
Tetapi anak muridku?masih kecil masih ada yang tidak dapat mengerti perit gerih kehidupan namun terpaksa menghadapi dugaan berat dariMu Ya Allah..Dari sehari ke sehari dapat ku lihat wajah suram dan muram itu bertukar ceria. Kini bisa tersenyum, gelak tawa anda semua memang menjadi pengubat jiwaku.Allah, tenangnya ku rasakan setiap kali melihat senyuman di bibir kalian.
Ya, Cikgu memang tidak reti untuk marah dan menjadi bengis.Cikgu sukakan senyuman kalian.Namun kadang kala terpaksa juga Cikgu menjadi bukan diri Cikgu.Anak muridku usah pandang belakang lagi, teruslah berusaha menuju kejayaan.Bukanlah nilai A yang menjadi ukuran namun cukuplah menjadi insan yang cemerlang dan berguna untuk diri sendiri,keluarga, agama, bangsa dan negara. Kini, doaku untuk kalian..semoga kalian menjadi insan yang berguna..amin..(menitis air mata mengenangkan keperitan kalian,rumah setinggan itu bukanlah pengukur kecemerlangan kalian.Namun segalanya terletak di bahu kalian) Cikgu sayang kalian.. 

No comments: